Sadarkah kita bahwa salah satu perkara penting yang sering diabaikan oleh umat islam dewasa ini ialah betapa terancamnya existensi iman keluarga-keluarga kita. Sadarkah kita bahwa aneka serangan al-ghazwu al-fikri (perang idiologis) secara sistematis berlangsung setiap hari merongrong keutuhan iman diri,anak dan istri kita. Kian hari kian terasa betapa zaman yang sedang kita jalani dewasa ini merupakan potongan zaman yang sarat dengan fitnah. Inilah Zaman yang telah di-nubuwwah-kan oleh Rasulallah Muhammad SAW dalam hadistnya yang berbunyi:
"Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya."Maka seseorang bertanya; " Apakah karena sedikitnya jumlah kita?" "Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit al-wahan." seseorang bertanya; "Ya Rasulullah, apakahh al-wahan itu?" Nabi saw bersabda: " Cinta dunia dan takut akan kematian."( HR Abu Dawud).
Penyakit al- wahan alias "cinta dunia dan takut akan kematian" cukup hebat mendominasi keluarga-keluarga islam dewasa ini. penyakit ini muncul dikarenakan hebatnya pengaruh pemimpin dunia global yang terdiri dari kaum kuffar yang tidak faham apapun soal kehidupan akhirat. Mereka memang sangat canggih dalam menguasai berbagai lini kehidupan menyangkut urusan lahiriah materialistik kehidupan duniawi. Namun soal kehidupan sebenarnya di akhirat kelak mereka sangatlah lalai dan tidak peduli bahkan tidak mempercayainya. Dunia dewasa ini secara global sedang dikendalikan oleh bangsa Ruum (Romawi)) alias Barat eropa-Amerika. Dan Allah menggambarkan peradaban romawi didalam surat Ar-ruum, sebagai berikut:
"Mereka hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia;  sedangkan mereka tentang kehidupan akhirat adalah lalai."( QS Ar-Ruum: 7 ).
Para pemimpin global bangsa romawi modern ini dengan gencar, sistematis dan penuh kesungguhan berusaha keras mensosialisasikan faham materialisme dan skularisme yang menjadi falsafah hidup mereka kepada segenap penduduk planet bumi. Tanpa kecuali umat islam didalamnya. Dengan segenap sarana dan prasarana yang dimiliki mereka berusaha menjadikan setiap orang yakin bahwa hanya dengan menimbun materilah kebahagiaan bakal diperoleh. Hanya dengan memisahkan urusan dunia dari nilai-nilai agama atau keimananlah manusia akan mencapai kebahagiaan sejati.
Artinya, mereka berusaha menularkan nilai-nilai kekufuran yang ada didalam diri mereka kepada siapa saja, termasuk kita yang asalnya sudah beriman. Sehingga tidak sedikit kaum muslimin diberbagai belahan dunia  mulai mengekor pada pandangan hidup kaum kuffar pemimpin global dunia dewasa ini. Allah SWT bahkan mewarning kita bahwa kesungguhan mereka berusaha memurtadkan orang-orang beriman mencapai jiwa atau sepirit perang.
"Mereka tidak akan henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka  dapat mengembalikan kamu dari agamamu kepada kekafiran,seandainya mereka sanggaup." (QS Al-bakarah: 217).
Para pemimpin global bangsa romawi modern alias barat Eropa-Amerika dikomandoi oleh pemimpin blok tunggal barat yang memimpin dunia dari istananya yaitu bait Al-Abyadh ( gedung putih). Inilah pusat komando penyebarluasan ideologi hubbud-dunya (cinta dunia) dengan faham materialisme,pluralisme,sekularisme dan liberalismenya.
Namun kita perlu menyadari bahwa ini bukanlah pemimpin sejati dunia ini. ini hanyalah pemimpin formal didepan layar, sesungguhnya pemimpin baith Al-Abyadh dikendalikan dan diarhkan oleh kekuatan lobby yahudi. Bangsa yahudi inilah yang pada hakikatnya dewasa ini sedang mengatur dunia dengan menjadikan pemimpin Bait Al-Abyadh sebagai remote controlled puppet leader (pemimpin boneka yang diatur dengan remote control). Sedangkan Allah secara jelas-jelas memperingatkan Nabi Muhammad SAW dan kita umat islam siapa sesungguhnya kaum yahudi itu:"sesungguhnya kamu (Muhammad) dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik."(QS Al-Maidah: 82).
Bisa dibayangkan bagaimana suatu kaum yang paling keras permusuhannya kepada kita orang-orang beriman akan bertingkah laku bilamana ia memiliki kontrol atas segenap lini kehidupan. Baik itu ideologi, politik, ekonomi, perdangangan, keuangan,sosial,budaya, pendidikan,mass-media, hukum,militer dan pertahanan keamanan semuanya berada dibawah pengaruh dan kendali kaum yahudi dewasa ini.
Tentu dengan semua hal itu kaum yahudi pasti akan berupaya mengekpresiakan permusuhannya kepada kita umat islam.Sehingga, masihkah kita perlu heran bilamana label teroris sering kali di alamatkan kepada saudara-saudara muslim kita,bahkan kepada para pejuang ikhlas dan mujahiddin fi sabillah yang bercita-cita menegkan 'izzul islam wal muslimin' (kemuliaan islam dan kaum muslimin). Masikah kita perlu bingung mengapa para ahli maksiat seperti kalangan seleberitis dan bintang hollywood justru dipromosikan menjadi role model dan idola generasi muda kita? Masihkah kita perlu kaget bila media massa mengasosiasikan orang berjenggot, wanita ber-niqob (cadar), pemuda bercelana anti isbal (diatas mata kaki), para alumni pesantren sebagai tersangka pertama anti teror?
Sudah tiba masanya untuk umat islam untuk menyadari bahwa potongan zaman yang sedang kita jalani ini merupakan potongan zaman yang sarat dengan fitnah. Bahkan fitnah demi fitnah akan semakin menghebat seiring dengan semakin dekatnya waktu puncak fitnah keluar, yaitu fitnah Al-masih Ad-dajjal. Oleh karenanya Nabi Muhammad Saw bersabda:
"Suatu ketika ihwal Dajjal dibicarakan dihadapan Rasulullah SAW, kemudian beliau bersabda:"Sungguh fitnah yang terjadi diantara kalian lebih aku takuti dari fitnah dajjal, dan tidak ada orang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal. Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini baik kecil ataupun besar kecuali dalam rangka menyongsong fitnah Dajjal,"(HR Ahmad)
Ahmad Thomson, seorang penulis muslim berkebangsaan inggris, bahkan menyebut dunia kita sejak kurang lebih seratus tahun belakangan ini merupakan sebuah sistem Dajjal atau sistem kafir.
Ia berpendapat, kondisi dunia kini sangat bertentangan dengan sistem kenabian. Berbagai lini kehidupan modern didominasi dajjlic values (nilai-nilai Dajjal), bukan prophetic values (nilai-nilai kenabian).Sehingga didalam bukunya itu ia bedah satu persatu lini kehidupan modern yang sudah sangat jauh dari nilai keimanan dan sarat nilai kekufuran.peradaban dunia modern sedang dipersiapkan menjadi sistem dajjal untuk menyambut kemunculan oknum bermata satu alias dajjal yang bakal langsung dinobatkan menjadi the global leader ketika ia akhirnya muncul ketengah-tengah umatn manusia.
ketika dajjal kelak muncul, maka ia akan mengajak manusia untuk mengimani dirinya sebagai tuhan dan meninggalkan iman kepada Allah SWT. Maka dalam rangka mengantisipasi kemunculan puncak fitnah tersebut setiap muslim-mu'min wajib memelihara eksistensi iman didalam keluarga masing-masing.Dan hal tersebut seyogyanya diupayakan sejak dini mengingat bahwa
Rasulullah Saw sendiri telah memperingatkan kita dengan sabda beliau"sungguh fitnah yang terjadi diantara kalian lebih aku takuti dari fitnah dajjal, dan tidak ada orang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah dajjal melainkan akan selamat pula dari fitnah dajjal."
Janganlah kita berpikir bahwa upaya memelihara iman baru akan dilakukan bila dajjal telah hadir.Tidak saudaraku! kita mestilah memelihara iman keluarga sejak rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal muncul. bilamana kita menunggu hadirnya Dajjal barulah upaya tersebut dilakukan, maka jangan-jangan kita sudah terlambat. Sebab ketika Dajjal muncul ia akan diijinkan Allah menggunakan berbagai tipu daya dan sihir untuk menyesatkan manusia.
Marilah kita jalankan beberapa kiat yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW, untuk memelihara diri dan keluarga dari fitnah Dajjal:
pertama,bacalah doa perlindungan dari Allah disetiap penghujung shalat saat duduk tahiyyat terakhir sebelum mengucapkan ke kanan dan kekiri.
"ida tassahada ahaddukum palyastaid billahi min arbain yakulu, Allahuma iniadubika min adabi zahhanma wamin adabi zahhanama wa min adabilqobri wa min qitnatilmahya walmamati wa minsarri fitnatil masihi dajjali.
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab zahanam dan azab kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian dari jahatnya fitnah Al-masih ad-dajjal" (HR Muslim).
kedua, menjauhi dajjal dan tidak sekali-kali mendekatinya karena rasa ingian tahu dan penasaran:
"mansami'a biddajjali falyan'a anhu fawallahu innarojulla laya'tiyhi wahuwa yahsyibu annahu mu'minu fayatabiuhu mimma yabashu bihi min syubuati"
"Barangsiapa mendengar tentang dajjal, hendaknya ia berupaya menjauh darinya, sebab demi Allah sesungguhnya ada seseorang yang mendekatinya sedang ia mengira bahwa dajjal tersebut mukmin kemudian ia mengikutinya karena faktor subhat (tipu daya) yang di tibulkannya."(HR abu dawud). 
ketiga, bacalah dengan lengkap surah Al-kahfi setiap hari juma't:
"Barang siapa membaca surah al-kahfi di hari juma'at, maka dajjal tidak bisa menguasainya atau memudharatkannya."(HR Baihaqi).
keempat, menghafalkan sepuluh ayat pertama surat Al-kahfi:
"Barangsiapa menghafal sepuluh surat pertama surat Al-kahfi, ia terlindungi dari fitnah Dajjal,"(HR Abu dawud).
kelima, mengungsi ke Makkah dan Madinah:
"Tidak ada negri didunia melainkan akan di pijak (dilanda/diintervensi) oleh Dajjal kecuali Makkah dan Madinah karena setiap jalan dan lereng bukit dijagai oleh barisan malikat."(HR Bukhari Muslim).

Comments

0 Response to 'Memelihara Iman Keluarga di Akhir Zaman Saat Fitnah Memuncak'

Posting Komentar