Al-Quran memperkenalkan dirinya antara lain sebagai hudallinnas dan hudallimutaqin. kata hudan di artikan sebagai petunjuk kepada apa yang anda inginkan, kata hudan seukur dengan kata hadiah. Hadiah adalah sesuatu yang dipersembahkan untuk pihak lain untuk menunjukan simpati yang menyerahkan hanya dia, di kemas dengan baik disampaikan dengan lemah lembut serta tidak dipaksakan siapa yang diserrahkan kepadanya hadiah itu. demikian juga dengan kitab suci Al-Quran, Quran adalah hudan yang disampaikan dengan lemah lembut tidak memaksakan siapapun untuk menerimanya dikemas dengan kemasan yang sangat indah bahkan kata hudan adalah suatu bentuk kata yang tidak menunjuk waktu sehingga dia adalah petunjuk dimasa lalu, dia petunjuk generasi masa datang, sekaligus dia adalah petujuk untuk generasi masa kini. Al-Quran sekali lagi tidak memaksakan petunjuknya dipersilahkan kepada manusia untuk menerimanya jika hendak menerimanya atau hendak menolaknya kalau hendak menolaknya, Ammasamud fahadianahum fasthahabul ama alalhuda, itu firman Allah menyangkut kaum Tsamud yang di anugrahi petunjuk oleh Allah tetapi mereka enggan menerimanya sehingga Allah pun menarik kembali hidayahnya dari mereka.Yang diperlukan untuk memperoleh petunjuk ini hanya keinginan, melangkahlah satu langkah niscaya Allah akan melangkah dua langkah, jika anda berjalan merangkak menuju Allah maka Allah berjalan normal menuju anda, jika anda berjalan dengan normal maka Allah akan datang dengan tergesa, jika anda datang dengan tergesa Allah akan datang menuju anda dengan menyambut anda sambil berlari.Petunjuk Al-Quran dapat di bagi secara garis besarnya kepada dua bagian. Ada yang langgeng yang bersifat universal dan ada yang dapat berubah. Al-Quran mengistilahkan yang langgeng antara lain dengan kata Al-khoir dan yang tidak langgeng atau lokal yang di namainya ma'ruf, ada hal-hal yang harus langgeng dipegang teguh oleh setiap muslim atau setiap orang yang menerima petunjuknya katakanlah menghormati orang tua itu langgeng kapan dan di mana saja tetapi cara penghormatannya dapat berbeda antara orang timur dan orang barat dapat berbeda antara satu bangsa dengan bangsa lain, katakanlah menutup aurat adalah tuntunannya yang langgeng yang tidak dapat diubah tetapi bagaimana cara menutupnya bisa berbeda-beda antara satu bangsa dengan bangsa lain, demikian hidayah al-quran dia langgeng tetapi dalam saat yang sama ada diantara petunjuknya yang bisa berubah dalam penerapannya sesuai dengan perkembangan dan budaya setiap masyarakat. Mengapa al-quran memberi petunjuk , umat-umat yang lalu diberi petunjuk sangat rinci umat-umat yang lalu diberikan pembuktian-pembuktian bahkan Allah banyak turun tangan mengatur mereka, umat islam dinilai telah mencapai suatu kedewasaan, sehingga mereka melalui petunjuk-petunjuk global yang ada itu dapat merumuskan sendiri dan menyesuaikan petunjuk-petunjuk global itu dengan perkembangan dan budaya masyarakatnya. Al-Quran tidak menjelaskan secara rinci bagaimana mengatur negara yang diberikan petunjuk hanyalah harus syuro dan harus didasari oleh keadilan bagaimana menerapkan hal tersebut itu kembali kepada kebiasaan, kesepakatan dan pengaturan yang ditetapkan oleh suatu masyarakat dalam suatu wilayah tertentu. Petunjuk al-quran jelas dapat dipahami oleh orang awam dan para pilosof  yang penting kita melangkah insayallah Allah akan memberi kita petunjuk.

Comments

0 Response to 'Al-Quran Sebagai Petunjuk'

Poskan Komentar